SELAMAT DATANG DI BLOG ARZAQUL MUHIBIN

Senin, 26 Maret 2018

Makalah TEKNIK PENGELOLAAN KELAS

TEKNIK PENGELOLAAN KELAS

Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar
Dosen Pengampu Chusna Maulida, M.Pd.I

 











DISUSUN OLEH :
MOCHAMAD ARZAQUL MUHIBIN
NIM. 2021116116

KELAS : F


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
(IAIN) PEKALONGAN
2018



BAB I
PENDAHULUAN
A.  LATAR BELAKANG
Tujuan yang diniatkan dalam setiap kegiatan belajar-mengajar baik yang bersifat instruksional maupun tujuan pengiring akan dapat dicapai secara optimal apanila dapat diciptakan dan dipertahankan kondisi yang menguntungkan bagi peserta didik. Dalam setiap proses pengajaran kondisi ini harus direncanakan dan diusahakan oleh guru secara sengaja agar dapat dihindarkan kondisi yang merugikan ( usaha pencegahan ), dan mengembalikan kepada kondisi yang optimal apabila terjadi hal-hal yang merusak yang disebabkan oleh tingkah laku peserta didik di dalam kelas ( usaha kuratif ).
Usaha guru dalam menciptakan kondisi yang diharapkan efektif apabila diketahui secara tepat factor-faktor mana sajakah yang dapat menunjang terciptanya kondisi yang menguntungkan dalam proses belajar-mengajar, mengenali masalah-masalah apa sajakah yang diperkirakan dan biasanya timbul serta dapat merusak iklim belajar-mengajar, penguasaan berbagai pendekatan dalam pengelolaan kelas serta kapan penggunaan pendekatan yang tepat.

B.  RUMUSAN MASALAH
1.      Apa yang dimaksud dengan pengelolaan kelas?
2.      Apa tujuan pengelolaan kelas?
3.      Bagaimana usaha (preventif, kuratif, dan persuasif) pengelolaan kelas?
4.      Apa saja pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam pengelolaan kelas?

C.  TUJUAN PENULISAN
1.      Memahami pengertian pengelolaan kelas.
2.      Memahami tujuan pengelolaan kelas.
3.      Memahami usaha (preventif, kuratif, dan persuasif) pengelolaan kelas.
4.      Memahami pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam pengelolaan kelas.

BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Pengelolaan Kelas
Salah satu tugas guru yang harus dilaksanakan adalah pengelolaan kelas. Pengelolaan kelas dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi anak didik seingga tercapai tjuan pengajaran secara efektif, efesien dan produktif. Ketika kelas terganggu, guru berusaha mengembalikannya agar tidak menjadi penghalang bagi proses belajar mengajar.
Dalam konteks yang demikian itulah kirana pengelolaan kelas penting untuk diketahui oleh siapa pun juga yang menerjunkan dirinya kedalam dunia pendidikan.  Maka adalah penting untuk mengetahui pengertian pengelolaan kelas dalam hal ini. Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata, yaitu pengelolaan dan ‘ankelas. Pengelolaan itu sendiri akar katanya adalah “kelola”, ditambah awal “pe” dan akhiran “an”. Istilah lain ari kata pengelolaan adalah “manajemen”. Manajemen adalah kata yang aslinya dari bahasa Inggris, yaitu “management”, yang berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan, pengelolaan.[1]Manajemen atau pengelolaan dalam pengertian umum menurut Suharsimi Arikunto (1990;2) adalah pengadministrasian, pengaturan atau penataan suatu kegiatan.
Sedangkan kelas menurut Umar Hamalik 91987,311), adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama, yang mendapat pengajaran dari guru. Pengertian ini jelas meninjaunya dari seg anak didik, karena dalam pengertian tersebut ada frase “kelompok orang”. Pendapat ini sejalan dengan Suharsimi Arikunto yang juga mengemukakan pengertian kelas dari segi anak didik. Hanya pendapatnya lebih mendalam.
Hadari Nawawi memandang klas dari dua sudut, yaitu:
1)      Kelas dalam arti sempit yakni, ruangan yang dibatasi oleh empat dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul  untuk mengikuti proses belajar mengajar. Kelas dalam pengerian tradisional ini mengandung sifat statis karena sekedar menunjuk pengelompokan siswa menurut tingkat perkembangannya yang antara lain didasarkan pada batas umum kronologis masing-masing.
2)      Kelas dalam arti luas adalah, suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masayarakat sekolah, yang sebagai satu kesatuan diorganisasi menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan-kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan.
B.     Tujuan Pengelolaan Kelas
Pengelolaan kelas dimaksudkan untuk menciptakan kondisi dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuannya. Kemudian, dengan pengelolaan kelas produknya harus sesuai dengan tujuan-tujuan yang hendak dicapai.
Tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan. Secara umum tujuan pengelolaa kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermcam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa. (Sudirman N, 1991, 311).
Suharsimi Arikunto (1988, 68) berpendapat bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap anak dikelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.[2] Menurutnya, sebagai indikator dari sebuah kelas yang tertib adalah apabila:
1)      Setiap anak harus bekerja, tidak macet, artinya ada anak yang berhenti karena tahu ada tugas yang dilakukan atau tidak dapat melakukan tugas yang diberikan kepadanya.
2)      Setiap anak terus melakukan pekerjaan tanpa membuang waktu, artinya setiap anak akan bekerja secepatnya supaya lekas menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya. Apabila ada anak yag walaupun tahu dan dapat melaksanakan tugasnya, tetapi mengerjakannya kurang bergairah dan mengulur waktu bekerja. Maka kelas tersebut dikatakan tidak tertib.
C.  Usaha Pencegahan Masalah Dalam Pengelolaan Kelas
Pengelolaan kelas merupakan kegiatan atau tindakan guru dalam rangka penyediaan kondisi yang optimal agar proses belajar mengajar berlangsung efektif. Tindakan tersebut dapat berupa tindakan yang bersifat pencegahan dan atau tindakan yang bersifat korektif.
Tindakan yang bersifat bersifat pencegahan (prefentif) yaitu dengan jalan menyediakan kondisi baik fisik maupun kondisi sosio emosional sehingga terasa benar oleh siswa rasa kenyamanan dan keamanan untuk belajar. Sedangkan tindakan yang bersifat korektif merupakan tindakan terhadap tingkah laku yang menyimpang dan merusak kondisi optimal bagi proses belajar mengajar yang sedang berlangsung.[3] Tindakan yang bersifat korektif terbagi dua, yaitu tindakan yang seharusnya segera diambil guru pada saat terjadi gangguan (dimensi tindakan) dan penyembuhan (kuratif) terhadap tingkah laku yang menyimpang yang terlanjur terjadi agar penyimpangan tersebut tidak berlarut-larut.
1.      Usaha Yang Bersifat Pencegahan (Preventif)
Tindakan pencegahan adalah tindakan yang dilakukan sebelum munculnya tingkah laku yang menyimpang yang mengganggu kondisi optimal berlangsungnya pembelajaran. Keberhasilan dalam tindakan pencegahan merupakan salah satu indikator keberhasilan manajemen kelas. Konsekuensinya adalah guru dalam menentukan langkah-langkah dalam rangka manajemen kelas harus merupakan langkah yang efektif dan efisien untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Adapun langkah-langkah pencegahannya (Maman Rahman : 1998) sebagai berikut :
a)      Peningkatan Kesadaran Diri Sebagai Guru
Langkah peningkatan kesadaran diri sebagai guru merupakan langkah yang strategis dan mendasar, karena dengan dimilikinya kesadaran ini akan meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki yang merupakan modal dasar bagi guru dalam melaksanakan tugasnya. Implikasi adanya kesadaran diri sebagai guru akan tampak pada sikap guru yang demokratis, sikap yang stabil, kepribadian yang harmonis dan berwibawa. Penampakan sikap seperti itu akan menumbuhkan respon dan tanggapan positif dari pesefrta didik.
b)      Peningkatan Kesadaran Peserta Didik
Interaksi positif antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran terjadi apabila dua kesadaran (kesadaran guru dan peserta didik) bertemu. Kurangnya kesadaran peserta didik akan menumbuhkan sikap suka marah, mudah tersinggung, yang pada gilirannya memungkinkan peserta didik melakukan tindakan-tindakan yang kurang terpuji yang dapat mengganggu kondisi optimal dalam rangka pembelajaran. Untuk meningkatkan kesadaran peserta didik, maka kepada mereka perlu melaksanakan hal-hal tersebut : (1) memberitahukan akan hak dan kewajibannya sebagai peserta didik, (2) memperhatikan kebutuhan, keinginan dan dorongan para peserta didik, (3) menciptakan suasana saling pengertian, saling menghormati dan keterbukaan antara guru dan peserta didik.
c)      Sikap Polos Dan Tulus Dari Guru
Guru hendaknya bersikap polos dan tulus terhadap peserta didik. Sikap ini mengandung makna bahwa guru dalam segala tindakannya tidak boleh berpura-pura bersikap dan bertindak apa adanya. Sikap dan tindak laku seperti itu sangat mempengaruhi lingkungan belajar, karena tingkah laku, cara menyikapi dan tindakan gurumerupakan stimulus yang akan direspon atau diberikan reaksi oleh peserta didik. Kalau stimuli itu positif maka respon atau reaksi yang akan muncul adalah negatif. Sikap hangat, terbuka, mau mendengarkan harapan atau keluhan para siswa,akrab dengan guru akan membukakemungkinan terjadi interaksi dan komunikasi wajar antara guru dan peserta didik.
d)     Mengenal Dan Mngenal Alternatif Pengelolaan
Untuk mengenal dan menemukan arternatif pengelolaan, langkah ini menuntut guru : (1) melakukan tindakan identifikasi berbagai penyimpangan tingkah laku peserta didik baik individual maupun kelompok. Penyimpangan perilaku peserta didik baik individual maupun kelompok tersebut termasuk penyimpangan yang disengaja dilakukan peserta didik yang hanya sekedar untuk menarik perhatian guru atau teman-temannya., (2) mengenal berbagai pendekatan dalam manajemen kelas. Guru hendaknya berusaha menggunakan pendekatan manajemen yang dianggap tepat untuk mengatasi suatu situuasi atau menggantinya guru lainnya yang gagal atau berhasil sehingga dirinya memiliki alternatif yang bervariasi dalam menangani berbagai manajemen kelas.
e)      Menciptakan Kontrak Sosial
Penciptaan kontrak sosial pada dasarnya berkaitan dengan “standar tingkah laku” yang diharapkan seraya memberi gambaran tentang fasilitas bserta keterbatasannya dalam memenuhi kebutuhan peserta didik. Pemenuhan kebutuhan tersebut sifatnya individual maupun kelompok dan memenuhi tuntutan dan kebutuhan sekolah. Standar tinkah laku ini dibentuk melalui kontrak sosial antara sekolah/guru dan peserta didik norma atau nilai yang turunnya dari atas dan tidak dari bawah, jadi sepihak, maka akan terjadi bahwa norma itu kurang dihormati dan ditaati. Oleh sebab itu, dalam rangka mengelola kelas norma berupa kontrak sosial (tata tertib) dengan sangsinya yang mengatur kehidupan didalam kelas, perumusannya harus dibicarakan atau disetujui oleh guru dan peserta didik. Kebiasaan yang terjadi dewasa ini bahwa aturan-aturan sebagai standar tingkah laku berasal dari atas (sekolah/guru). Para peserta didik dalam hal ini hanya menerima saja apa yang ada. Mereka tidak memiliki pilihan lain untuk menolaknya. Konsekuensinya terhadap kondisi demikian memungkinkan timbulnya persoalan-persoalan dalam pengelolaan kelas katrena pesertan didik tidak merasa turut membuat serta memiliki peraturan sekolah yang sudah ada tersebut.
2.      Usaha Yang Bersifat Penyembuhan (Kuratif)
Kegiatan yang bersifat penyembuhan mengikuti langkah sebagai berikut :
  1. Mengidentifikasi masalah
Pada langkah ini, guru mengenal atau mengetahui masalah-masalah pengelolaan kelas yang timbul dalam kelas. Berdasar masalah tersebut guru mengidentifikasi jenis penyimpangan sekaligus mengetahui latar belakang yang membuat peserta didik melakukan penyimpangan tersebut.

  1. Menganalisis masalah
Pada alngkah ini, guru menganalisi penyimpangan peserta didik dan menyimpulkan latar belakang yang membuat peserta didik melakukan penyimpangan tersebut.
  1. Menilai alternatif-alternatif pemecahan
Pada langkah ini guru menilai dan memilih alternatif pemecahan masalah yang dianggap tepat dalam menanggulangi masalah.
  1. Mendapatkan balikan
Pada langkah ini guru melaksanakan monitoring, dengan maksud menilai keampuhan pelaksanaan dari alternatif pemecahan yang dipilih untuk mencapai sasaran yng sesuai dengan yang direncanakan. Kegiatan kilas balik ini dapat dilaksanankan dengan diadakan pertemuan dengan para peserta didik. Maksud pertemuan perlu dijelaskan oleh guru sehingga peserta didik mengetahui serta menyadari bahwa pertemuan diusahakan dengan penuh ketulusan, semata-mata untuk perbaikan, baik untuk peserta didik maupun sekolah.
3.      Usaha Yang Bersifat Mengajak (Persuasif)
Persuasif adalah seni dalam meyakinkan seseorang untuk melakukan sesuatu. [4]Ada banyak kiat dan taktik untuk menguasainya. Tetapi, hal itu bukan hanya berpengaruh dalam jangka pendek. Cara Meningkatkan Motivasi Belajar, banyak siswa yang justru untuk mencapai angka/nilai yang baik.
Sehingga yang dikejar hanyalah nilai ulangan atau nilai raport yang baik. Angka-angka yang baik itu bagi para siswa merupakan motivasi belajar yang sangat kuat. Yang perlu diingat oleh guru, bahwa pencapaian angka-angka tersebut belum merupakan hasil belajar yang sejati dan bermakna. Harapannya angka-angka tersebut dikaitkan dengan nilai afeksinya bukan sekedar kognitifnya saja.
Hadiah adalah cara memotivasi siswa supaya giat belajar, mampu memotivasi siswa untuk belajar adalah perjuangan yang dihadapi oleh semua guru. Mampu memotivasi siswa untuk belajar memang menjadi tantangan yang dihadapi para guru sehari-hari. Ini merupakan salah satu komponen penting dari pengajaran yang efektif, termasuk pengaturan kelas. Jika siswa tidak termotivasi belajar, maka besar kemungkinan mereka tidak akan terlibat dalam pelajaran. Lalu, jika mereka tidak terlibat dalam pelajaran akan menyebabkan bermacam masalah dalam manajemen kelas.
D.  Berbagai Pendekatan Dalam Pengololan Kelas
Pengelolaan kelas bukanlah masalah yang berdiri sendiri, tetapi terkait dengan berbagai faktor. Permasalahan anak didik adalah faktor utama yang terkait langsung dengan hal ini karena pengelolaan kellas dilakukan guru tidak lain adalah untuk meningkatkan kegairahan peserta anak didik secara kelompok maupun secara individual. Berbagai pendekatan tersebut adalah seperti dalam uraiyan sebagai berikut:[5]
1.      Pendekatan kekuasaan
Pengelolaan kelas di artikan sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku anak didik. Peranan guru disini adalah menciptakan dan mempertahankan situasi disiplin dalam kelas.
2.      Pendekatan ancaman
Dari pendekatan ancaman atau intimidasi ini, pengelolaan kelas adalah juga sebagai proses mengontrol anak didik. Tetapi dalam mengontol tingkah laku nanak didik dilakukan dengan cara memberikan ancaman misalnya melarang, ejekan, sindiran, dan memaksa.
3.      Pendekatan kebebasan
Pengelolaan diartikan sebagai suatu peroses unutk membantu anak didik agar merasa bebas untuk mengerjakan sesuatu kapan saja dan dimana saja.
4.      Pendekatan resep
Pendekatan resep (cook book) ini dilakukan dengan memberikan suatu daftar yang dapap mengambarkan apa yang harud dan yang tidak boleh dikerjakan oleh guru dalam meriaksikan semua masalah yangh terjadi dalam kelas.
5.      Pendekatan pengajaran         
Pendekatan ini didasarkan atas suatu anggapan bahwa suatu perencanaan dan pelaksanaan akan mencengah munculnya tingkah laku peserta didik dan memecahkan masalah itu bila tidak bisa dicegah.
6.       Pendekatan perubahan tingkah laku
Sesuai dengan namanya,pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah tingkagh lajku anak didik yang baik, dan mencegah tingkah laku yang kurang baik
7.      Pendekatan suasana emosi dan hubungan sosial
Pendekatan pengelolaan kelas berdasarkan suasana perasaan dan emosional didalam kelas sebagai sekelompok individu cendrung dalam pandangan psikologi klinis dan konseling atau penyuluhan.
8.      Pendekatan proses kelompok
Pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu proses untuk menciptakan kelas sebagai suatu sistem sosial dimana proses kelompok merupakan yan g paling utama.peranan guru adalah mengusahakan agar perkembangan dan pelaksanaan proses kelompok itu.
9.      Pendekatan elictis atau ploralistik
Pendekatan elictis (electic approach) ini menekankan pada potensialitas, kreatifitas dan inisiatif wali / guru kelas dalam memilih beberapa pendekatan tersebut diatas berdasarkan situasi yang dihadapinya. Penggunaan pendekatan ini dalm suatu situasi mungkibn  dipergunakan salah satu dan dalam situasi lain mungkin harus dikombinasikan dua tau tiga pendekatan tersebut.
Pendekatan ploralistik, yaitu pengelulaan kelas yang berusaha menggunakan berbagai macam pendekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan mempertahankan suatu kondisi yang memungkinkan proses belajar mengajar berjalan efiktif dan efesien.



BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pengelolaan kelas adalah salah satu tugas guru yang tidak pernah ditinggalkan. Guru selalu mengelola ketika dia melaksanakan tugasnya. Pengelolaan kelas maksudnya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondosif bagi anak didik sehingga tercapai tujuan pengajaran yang efektif dan efisien.
Teknik-teknik pengelolaan kelas dapat digolongkan ke dalam teknik preventif dan tekhnik kuratif. Teknik preventif adalah teknik untuk mencegah timbulnya tingkah laku siswa yang mengganggu kegiatan belajar-mengajar. Sedangkan teknik kuratif adalah tekhnik untuk mengurangi tingkah laku siswa yang mengganggu kegiatan kegiatan belajar mengajar.
Tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan, secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah :
“Penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas, fasilitas yang ddisediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa.”






DAFTAR PUSTAKA
Dadang Suhardan. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta.2009.
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT       Renika Cipta. 2002.
Tutut Sholihah. Strategi Pembelajaran Yang Efektif. Jakarta: Citra Grafika Desain.   2008.
http://www.slideshare.net/amaarul/pp-pengelolaan-kelas.




[1] Tutut Sholihah, Strategi Pembelajaran Yang Efektif, Jakarta: Citra Grafika Desain. 2008.hlm.83.
[2] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: PT Renika Cipta. 2002.hlm.199.
[3] Dadang Suhardan, Manajemen Pendidikan, Bandung: Alfabeta.2009.hlm.119.
[4] http://www.slideshare.net/amaarul/pp-pengelolaan-kelas.18/03/2018.10:35.
[5] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: PT Renika Cipta. 2002.hlm.201.

Makalah Taklim Muta'alim Fasal 6 (VI) PERMULAAN BELAJAR UKURAN BELAJAR DAN TATA TERTIBNYA

PERMULAAN BELAJAR UKURAN BELAJAR DAN TATA TERTIBNYA

Disusun guna memenuhi tugas
Mata kuliah                     : Telaah Kitab
Dosen pengampu            : Muhamad Jaeni, M.Pd, M.Ag


 








Disusun oleh :
Kelompok 6
1.    Atina Rizqona                                         2021116087
2.    Mochamad Arzaqul Muhibin               2021116116
3.    Nur Ashriyatiningrum                           2021116055
4.    Qotrunnada Salasabilla                         2021116041

Kelas : A

FAKULTAS  TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
IAIN PEKALONGAN
2018


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Metode adalah cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tertentu.
1. Belajar bertujuan untuk mendapatkan penegetahuan, sikap, kecakapan dan keterampilan, serta akan menjadikannya berpribadian yang baik.Jadi yang dimaksud metode belajar adalah cara-cara yang dipakai oleh pelajaruntuk mencapai tujuan tersebut.
Kesalahan-kesalahan dalam metode belajar sering dilakukan murid,bukan saja karena ketidaktahuannya, tetapi juga disebabkan oleh kebiasaan-kebiasaan yang salah.
2. Keberhasilan dalam belajar direalisasikan dengan adanya perwujudan norma-norma dan nilai positif dalam metode dan pendekatan belajar tersebut.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Kapan permulaan belajar itu sebaiknya dilakukan ?
2.      Bagaimana kuantitas sebuah pelajaran ?
3.      Bagaimana kualitas sebuah pelajaran ?
4.      Anjuran apa yang dilakukan setelah mengikuti pelajaran ?
5.      Bagaimana cara memahami suatu pelajaran ?
6.      Anjuran apa yang harus dilakukan sebelum memulai pelajaran ?
7.      Apa  saja bentuk dikusi ilmiah yang dilakukan setelah mengikuti pelajaran ?
8.      Anjuran apa yang dilakukan setelah melakukan diskusi ilmiah ?
9.      Bagaimana pembiayaan ilmu terhadap orang yang masih mempunyai tanggungan pekerjaan ?
10.  Anjuran apa yang dilakukan setelah mendapat ilmu ?
11.  Apa saja bentuk pengurbanan untuk mendapatkan ilmu ?
12.  Apa saja perkara yang harus dihindari bagi orang yang telah memperoleh ilmu ?
13.  Bagaimana niat yang harus dimiliki bagi seorang yang menuntut ilmu ?
14.  Bagaimana metode menghafal yang baik dalam pelajaran ?
15.  Apa yang menjadi masa tenggang dalam belajar ?
16.  Bagaimana tips yang belajar dalam pelajaran ?
BAB II
PEMBAHASAN
فى بداية السبق وقدره وترتيبه
FASAL VI
PERMULAN BELAJAR UKURAN BELAJAR
DAN TATA TERTIBNYA
A.    Hari Mulai Belajar
كَانَ أُسْتَاذُناَ شَيْخُ اْلإسْلاَمُ بُرْهَانُ الّدِيْنِ رَحِمَهُ الله يُوْقِفُ بِدَايَةَ السَّبْقِ عَلى يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ، وَكَانَ يَرْوِىْ فىِ ذلِكَ حَدِيْثًا وَيَسْتَدِلُّ بِه وَيَقُوْلُ: قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىّ الله عليه وسلم: مَا مِنْ شَيْئ بُدِئَ فئِ يَوْمِ الْأرْبِعَاءِ إِلَّا وَقَدْ تَم                                                                                                 
Guru kita Syaikhul Islam Burhanuddin memulai belajar tepat Pada hari rabu. Dalam hal ini beliau telah meriwayatkan sebuah hadist sebagai dasarnya, dan ujarnya: Rasulullah saw bersabda: " tiada lain segala sesuatu yang di mulai pada hari rabu, kecuali akan menjadi sempurna."
وَهكذا كاَنَ يَفْعَلَ أَبى. وَكَانَ يَرْوِىْ هَذَا الْحَدِيْثَ عَنْ أُسْتَاذِهِ الشَّيْخِ الْإِمَامِ الْأَجَلِّ قِوَامِ الدِّيْنِ أَحْمَدَ بْنِ عَبْدِ الرَّشِيْدِ رَحِمَهُ اللهُ                           
Dan seperti ini pula yang dikerjakan Abu Hanifah. Mengenai hadist di atas, beliau juga diriwayatkan dari guru beliau Syaikhul Imam Qawamuddin Ahmad bin Abdur Rasyid.
وَسَمِعْتُ مِمَّنْ أَثِقُ بِهِ، أَنَّ الشَّيْخَ يُوْسُفَ اْلهَمَدَانِيَّ رَحِمَهُ الله، كَانَ يُوْقِفُ كُلَّ عَمَلٍ مِّنْ أَعْمَلِ اْلخَيْرِ عَلَى يَوْمِ اْلأَرْبِعَاءِ 
    Saya mendengar dari orang kepercayaanku, bahwa Syekh Abu Yusuf Al-Hamdani juga menepatkan semua perbuatan bagus pada hari rabu.
وَهَذَا لِأَنَّ يَوْمَ اْلأَرْبِعَاءِ يَوْمٌ خُلِقَ فِيْهِ النُّوْرُ، وِهُوَ يَوْمٌ نَحِسٌ فِى حَقِّ اْلكُفَّارِ فَيَكُوْنُ مُبَارَكًا لِلْمُؤْمِنِيْنَ           .
    Demikianlah, karena pada hari rabu itu Allah menciptakan cahaya, dan hari itu pyla merupakan hari sial bagi orang kafir yang berarti bagi orang mukmin hari yang berkah.
B.     Kuantitas Pelajaran
وَأَمَّا قَدْرُ السَّبْقِ فِى اْلِإبْتِدَاءِ: كَانَ أَبُوْ حَنِيفَةَ رَحِمَهُ الله يَحْكِى عَنِ الشَّيْخِ اْلقَاضِى اْلإِمَامِ عُمَرَ بْنِ أَبِى بَكْرٍ الزَّرَنْجِيِّ أَنَّهُ قَالَ: قَالَ مَشَايِخُنَا رَحِمَهُمُ الله: يَنْبَغِى أَنْ يَكُوْنَ قَدْرُ السَّبْقِ لِلْمُبْتَدِئِ قَدْرَ مَا يُمْكِنُ ضَبْطُهُ بِاْلإِعَادَةِ مَرَّتَيْنِ ، وَيَزِيْدُ كُلَّ يَوْمٍ كَلِمَةً حَتَّى أَنَّهُ وَإِنْ طَالَ وَكَثُرَ يُمْكِنُ ضَبْطُهُ بِاْلإِعَادَةِ مَرَّتَيْنِ، وَيَزِيْدُ بِاْلرِّفْقِ وَالتَّدْرِيْجِ.
Mengenai ukuran seberapa panjang panjang yang baru dikaji, menurut keterangan Abu Hanifah adalah bahwa Syaikh Qadli Imam Umar bin Abu Bakar Az-Zanji berkata: guru-guru kami berkata: "sebaiknya bagi oarang yang mulai belajar, mengambil pelajaran baru sepanjang yang kira-kira mampu dihapalkan dengan faham, setelah diajarkannya dua kali berulang. Kemudian untuk setiap hari, ditambah sedikit demi sedikit sehingga setelah banyak dan panjang pun masih bisa menghapal dengan paham pula setelah diulanga dua kali. Demikianlah lambat laun setapak demi setapak.
وَقَدْ قِيْلَ: "السَّبَقُ حَرْفٌ، وِالتِّكْرَارُ ألْفٌ"
Ada dikatakan: "pelajaran baru satu huruf, pengulangannya seribu kali."
C.    Kualitas Pelajaran
وَيَنْبَغِى أَنْ يَبْتَدَئَ بِشَيْئٍ يَكُوْنُ أَقْرَبَ إِلَى فَهْمِهِ، وَكَانَ الشَّيْخُ اْلإِمَامُ اْلأُسْتَاذُ شَرَفُ الدِّيْنِ اْلعُقَيْلِىُّ رَحْمَهُ الله يَقُوْلُ: اَلصَّوَابَ عِنْدِى فِى هَذَا مَا فَعَلَهُ مَشَايِخُنَا رَحِمَهُمُ الله، فَإِنَّهُمْ كَانُوْا يَخْتَارُوْنَ لِلْمُبْتَدِئِ صِغَارَاتِ اْلَمَبْسُوْطَةِ لِأَنَّهُ أَقْرَبُ إِلَى اْلفَهْمِ وَاْلضَّبْطِ، وَأَبْعَدُ مِنَ اْلَمَلَالَةِ، وَأَكْثَرُ وُقُوْعًا بَيْنَ النَّاسِ.
Sebaiknya dimulai dengan pelajaran-pelajaran yang dengan mudah telah bisa di fahami. Syaikhul Islam Ustadz Syarifuddin Al-Uqaili berkata; "Menurut saya, yang benar dalam masalah ini adalah seperti yang telah dikemukakan oleh para guru kita. Yaitu untuk murid yang baru, mereka pilihkan kitab-kitab yang ringkas/kecil. Sebab dengan begitu akan lebih mudah di fahami dan di hapal, serta tidak membosankan lagi pula banyak terperaktekan.
D.  Membuat Catatan
وَيَنْبَغِى أَنْ يُعَلِّقَ السَّبْقَ بَعْدَ الضَّبْطِ وَاْلإِعَادَةِ كَثِيْرًا، فَإِنَّهُ نَافِعٌ جِدًا.
Sebaiknya sang murid membuat catatan sendiri mengenai pelajaran-pelajaran yang sudah di fahami hafalannya, untuk kemudian sering diulang-ulang kembali. Karena dengan cara begitu, akan bermanfaat sekali.
وَلَا يَكْتُبَ الْمُتَعَلِّمُ شَيْئًا لَا يَفْهَمُهُ، فَإِنَّهُ يُوْرِثُ كَلَالَةَ الطَّبْعِ وَيُذْهِبُ اْلفِطْنَةَ وَيُضَيِّعُ أَوْقَاتَهُ.             
Jangan sampai menulis apa saja yang ia sendiri tidak tahu maksudnya, karena hal ini akan menumpulkan otak dan waktupun hilang dengan sia-sia belaka.
E.  Usaha Memahami Pelajaran
وَيَنْبَغِى أَنْ يَجْتَهِدَ فِى اْلفَهْمِ عَنِ اْلأُسْتَاذِ اَوْبِالتَّأَمُلِ وَتَفَكُرِ وَكَثْرَةِ التِكْرَارِ، فَإِنَّهُ إِذَا قَلَّ السَّبْقُ وَكَثُرَةِ التِّكْرَارُ وَالتَّأَمُلُ يُدْرِكُ وَيَفْهَمُ. قِيْلَ: حِفْظُ حَرْفَيْنِ، خَيْرٌ مِنْ سِمَاعِ وِقْرَيْنِ، وَفَهْمُ حَرْفَيْنِ خَيْرٌ مِنْ حِفْظِ سَطْرَيْنِ. وَإِذَا تَهَاوَنَ فِى اْلفَهْمِ وَلَمْ يَجْتَهِدْ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ يَعْتَادُ ذَلِكَ فَلَا يَفْهَمُ اْلكَلَامَ اليَسِيْرَ
Pelajar hendaknya mencurahkan kemampuannya dalam memahami pelajaran dari sang guru, atau boleh juga dengan cara diangan-angan sendiri, di fikir-fikir dan sering diulang-ulang sendiri. Karena bila pelajaran yang baru itu hanya sedikit dan sering diulang-ulang sendiri, akhirnyapun dapat dimengerti. Orang berkata : "Hafal dua huruf lebih bagus daripada mendengarkan saja dua batas pelajaran. Dan memahami dua huruf lebih baik daripada menghapal dua batas pelajaran. Apabila seseorang telah pernah satu atau dua kali mengabaikan dan tidak mau berusaha, maka menjadi terbisakan, dan menjadi tidak bisa memahami kalimat yang tidak panjang sekalipun.
F.     Berdo'a
فَيَنْبَغِى أَنْ لَا يَتَهَاوَنَ فِى اْلفَهْمِ بَلْ يَجْتَهِدَ وَيَدْعُوْ اللهَ وَيَتَضَرَّعَ إِلَيْهِ فَإِنَّهُ يَجِيْبُ مَنْ دَعَاهُ، وَلَا يُخَيِّبُ مَنْ رَجَاهُ. وَأَنْشَدَنَا الشَّيْخُ اْلأَجَلُّ قِوَامُ الدِّيْنِ حَمَّادُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ بْنِ إِسْمَاعِيْلَ الصَّفَّارُ اْلأَنْصَارِيُّ إِمْلَاءً لِلْقَاضِى اْلخَلِيْلِ بْنِ أَحْمَدَ الشَّجَرِيِّ فِى ذَلِكَ شِعْرًا:

أخدم العلم خدمـــــــة المستفيد    وأدم درسه بفعل حـــــــميد
وإذا مـــــــا حفظت شيئا أعده    ثم أكده غاية التأكــــــــــــيد
كى لا يزول ثم علقه كى تعود    إليه وإلى درسه على التأبيد
فإذا ما أمنت مــــــــــــنه فواتا    فانتدب بعده لشيئ جــــــديد
مع تكرار ما تقدم مــــــــــــنه    واقتناء لشأن هـــــذا المـزيد
ذاكــــــــر الناس بالعلوم لتحيا    لا تكن من أولى النهى ببعيد
إذا كتمت العلوم أنسيت حــتى    لا ترى غير جـــــاهل وبليد
ثم ألجمت فـــــــى القيامة نارا    وتلهبت بالعـــــــذاب الشديد
Hendaknya pula, dengan sungguh-sungguh memanjatkan do'a kepada Allah dan meratap serta meronta. Allah pasti mengabulkan do'a yang di mohonkan, dan tidak mengabaikan orang yang mengharapkan.
Sya'ir Imlak Al-Qadli Al-Khalil Asy-Syajarzi dibawakan kepada kami oleh guru kami syaikh Qawamuddin Hammad bin Ibrahim bin ismail As-Shaffar, sebagai berikut :
Abdilah ilmu, bagaikan anda seorang abdi
Pelajari selalu, dengan berbuat sopan terpuji
yang telah kau hafal, ulangi lagi berkali-kali
lalu tambatkan dengan temali kuat sekali
Lalu catatlah, agar kau bisa mengulangi lagi
Dan selamanya, ku bisa mempelajari
Jikalau engkau, telah percaya tak kan lupa
Ilmu yang baru, sesudah itu masuki segera
Mengulang-ulang, ilmu yang dulu, jangan terlalai
Dan bersungguhan, agar yang ini, kan menambahi
Percakapilah mereka, agar ilmumu hidup selalu
Jangan menjauh, dari siap berakal maju
Bila ilmu, kau sembunyikan jadi membeku
Kau kan kenal, jadi si bodoh yang tolol dungu
Api neraka kan membelenggumu nanti kiamat
Siksa yang pedihpun menimpamu menjilat-jilat
G. Diskusi Ilmiah
وَلَا بُدَّ لِطَّالِبِ اْلعِلْمِ مِنَ الْمُذَاكَرَةِ، وَالْمَنَاظَرَةِ، وَالْمُطارَحَةِ. فَيَنْبَغِى أَنْ يَكُوْنَ كُلٌّ مِّنْهَا بِاْلإِنْصَافِ وَالتَّأَتِى وَالتَّأَمُّلِ، وَيَتَحَرَّزَ عَنِ الشَّغَبِ . فَإِنَّ الْمُنَاظَرَةَ وَالْمُذَاكَرَةَ مُشَاوَرَةٌ، وَاْلُمُشَاوَرَةُ إِنَّمَا تَكُوْنُ لاِسْتِخْرَاجِ الصَّوَابِ وَذَلِكَ إِنَّمَا يَحْصُلُ بِالتَّأَمُلِ وَالتَّأَنِّى وَاْلإِنْصَافِ، وَلَا يَحْصُلُ بِاْلغَضَبِ وَالشَّغَبِ.
Seorang pelajar seharusnya melakukan Mudzakarah (forum saling mengingatkan), munadharah (forum saling mengadu pandangan) dan mutharahah (diskusi). Hal ini dilakukan atas dasar keinsyafan, kalem dan penghayatan serta menyingkiri hal-hal yang berakibat negatif. Munadharah dan mudzakarah adalah cara dalam melakukan musyawarah, sedang permusyawaratan itu sendiri dimaksudkan guna mencari kebenaran. Karena itu, harus dilakukan dengan penghayatan, kalem dan penuh keinsyafan. Dan tidak akan berhasil, bila dilaksanakan dengan cara kekerasan dan berlatar belakang yang tidak baik.
فَإِنْ كَانَتْ نِيَتُهُ مِنَ الْمُبَاحَثَةِ إِلْزَامَ الْخَصْمِ وَقَهْرَهُ، فَلَا تَحِلُّ، وَإِنَّمَا يَحِلُّ ذَلِكَ لإِظْهَارِ اْلحَقِّ. وَالتَّمْوِيْهُ وَاْلحِيْلَةُ لَا يَجُوْزُ فِيْهَا، إِلَّا إِذَا كَانَ الْخَصْمُ مُتَعَنِّتًا، لَا طَالِبًا لِلْحَقِّ. وَكَانَ مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى إِذَا تَوَجَهَ عَلَيْهِ اْلإِشْكَالُ وَلَمْ يَحْضُرْهُ اْلجَوَابُ يَقُوْلُ: مَا أَلزَّمْتَهُ لَازِمٌ، وَأَنَّا فِيْهْ نَاظِرٌ، وَفَوْقَ كُلِّ ذِىْ عِلْمٍ عَلِيْمٌ.
    Apabila di dalam pembahasan itu dimaksudkan untuk sekedar mengobarkan perang lidah, maka tidak diperbolehkan menurut agama. Yang diperbolehkan adalah dalam rangka mencari kebenaran. Bicara berbelit-belit dan membuat alasan itu tidak diperkenankan, selama musuh bicaranya tidak sekedar mencari kemenangan dan masih dalam mencari kebenaran. Bila kepada Muhammad bin Yahya diajukan suatu kemuskilan yang beliau sendiri belum menemukan pemecahannya, maka ia katakan : "pertanyaan anda saya catat dahulu untuk kucari pemecahannya. Diatas orang berilmu, masih ada yang lebih banyak ilmunya."

وفائدة المطارحة والمناظرة أقوى من فائدة مجرد التكرار لأن فيه تكرارا وزيادة. وقيل: مطارحة ساعة، خير من تكرار شهر. لكن إذا كان منصف سليم الطبيعة. وإياك والمذاكرة مع متعنت غير مستقيم الطبع، فإن الطبيعة متسرية، والأخلاق متعدية، والمجاورة مؤثرة.

Faedah mutharahah dan mudzakarah itu jelas lebih besar daripada sekedar mengulang pelajaran sendirian, sebab disamping berarti mengulang pelajaran, juga menambah pengetahuan yang baru. Ada dikatakan : "Sesaat mutharahah dilakukan, lebih bagus mengulang pelajaran sebulan. "Sudah tentu harus dilakukan dengan orang yang insaf dan bertabiat jujur. Awas jangan mudzakarah dengan orang yang sekedar mencari menang dalam pembicaraan semata, lagi pula bertabiat tidak jujur. Sebab tabiat itu suka merampas, akhlak mudah menjalar sedang perkumpulan pengaruhnya besar.

وفى الشعر الذى ذكره الخليل بن أحمد فوائد كثيرة، قيل:
العلم من شرطه لمن خـــــدمه     أن يجعل الناس كلهم خـــدمه
    Syi'ir yang dibawakan oleh Khalil bin ahmad di atas, telah banyak membawa petunjuk. Ada dikatakan :
Persyaratan ilmu bagi pengabdinya
Menjadikan seluruh manusia, agar mengabdi kepadanya
H.      Pendalaman Ilmu
وينبغى لطالب العلم أن يكون متأملا فى جميع الأوقات فى دقائق العلوم ويعتاد ذلك، فإنما يدرك الدقائق بالتأمل، فلهذا قيل: تأمل تدرك.
Pelajar hendaknya membiasakan diri sepanjang waktu untuk mengangan-angan dan memikirkan. Karena itu, orang berkata : "angan-anganlah, pasti akan kau temukan."
ولا بد من التأمل قبل الكلام حتى يكون صوابا، فإن الكلام كالسهم، فلا بد من تقويمه قبل الكلام حتى يكون مصيبا. وقال فى أصول الفقه: هذا أصل كبير وهوأن يكون كلام الفقيه المناظر بالتأمل
قيل: رأس العقل أن يكون الكلام بالتثبت والتأمل                    
قال قائل شعرا:    أوصيك فى نظم الكلام بخمسة        إن كنت للموصى الشفيق مطيعا
لا تغفلن سبب الكـــــلام ووقته        والكيف والكــــم والمكان جميعا
Tidak bisa tidak, agar omongan tepat itu harus terlebih dahulu di angan-angan sebelum berbicara. Ucapan adalah laksana anak panah, dimana tepat pada sasaran bila dibidikan terlebih dahulu dengan mengangan-angan. Dalam Ushul Fiqh ada dikatakan bahwa mengangan-angan adalah dasar yang amat penting. Maksudnya, hendaklah ucapan ahli fiqh yang teliti itu terlebih dahulu harus diangan-angan. Ada diaktakan : "Modal akal ialah ucapan yang tidak sembarangan serta diangan-angan terlebih dahulu." Lain orang berkata :
Pesan untukmu, tata bicara ada lima perkara
Jika kau taat pada pemesan yang suka rela
jangan sampai terlupa :
apa sebabnya, kapan waktunya, bagaimana caranya,
berapa panjangnya dimana tempatnya itulah semua

ويكون مستفيدا فى جميع الأوقات والأحوال من جميع الأشخاص قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: الحكمة ضالة المؤمن أينما وجدها اخذها.    وقيل: خذ ما صفا، ودع ما كدر. وسمعت الشيخ الإمام الأجل الأستاذ فخر الدين الكاشانى يقول: كانت جارية أبى يوسف أمانة عند محمد [ بن الحسن] فقال لها: هل تحفظين أنت فى هذا الوقت عن أبى يوسف فى الفقه شيئا؟ فقالت: لا، إلا أنه كان يكرر ويقول: سهم الدور ساقط، فحفظ ذلك منها، وكانت تلك المسألة مشكلة على محمد فارتفع أشكاله بهذه الكلمة. فعلم أن الإستفادة ممكنة من كل أحد.

    Seluruh waktunya dan dalam situasi bagaimanapun, pelajar hendaknya mengambil pelajaran dari siapapun. Rasulullah saw bersabda: "Hikmah itu barang hilangnya orang mukmin dimana asal ia temui supaya diambil juga." Ada dikatakan: "Ambillah yang jernih tinggalkanlah yang keruh." Saya mendengar ucapan Syaikhul Imam Ustadz Fakhrudin Al-Kasyani : "Adalah jariyah Abu Yusuf menjadi amanat buat Muhammad, lalu kepada Muhammad bertanya: Adakah sekarang saudari masih hafal sedikit tentang fiqh dari Abu Yusuf? Jawabnya : ah, tidak tuan, hanya saya ketahui ia sering mengulang-ulang ilmunya dan pernah berkata: "Saham daur itu gugur tak dapat bagian. "Dengan itu Muhammad lalu menjadi hafal dan yang tadinya masalah saham daur terasa sulit bagi muhammad, sekarang sudah terpecahkan. Akhirnya tahulah bahwa belajar itu bisa dilaksanakan dari siapa saja."

ولهذا قال ابو يوسف حين قيل: بم أدركت العلم؟ قال: ما استنكفت من الإستفادة من كل أحد وما بخلت من الإفادة. وقيل لابن عباس رحمه الله: بم أدركت العلم؟    قال: بلسان سؤول، وقلب عقول.

Dikala kepada Abu Yusuf ditanyakan: "Dengan apakah tuan memperoleh ilmu? beliau menjawab: "Saya tidak merasa malu belajar dan tidak kikir mengajar". Ada ditanyakan kepada Ibnu Abbas ra : "dengan apakah tuan mendapat ilmu?" beliau menjawab : "Dengan lisan banyak bertanya dan hati selalu berpikir."
وإنما سمي طالب العلم: ما تقول، لكثرة ما كانوا يقولون فى الزمان الأول. ما تقول فى هذه المسألة؟.
Adanya pelajar digelari dengan "Ma Taqulu" (Bagaimana keteranganmu) sebab pada masa dulu mereka amat terbiasa untuk mengucapakan "Bagaimana keterangan anda dalam masalah ini?"
وإنما تفقه أبو حنيفة رحمه الله بكثرة المطارحة والمذاكرة فى دكانه حين كان بزازا.     فبهذا يعلم أن تحصيل العلم والفقه يجتمع مع الكسب. وكان أبو حفص الكبير يكتسب ويكرر العلوم، فإن كان لا بد لطالب العلم من الكسب لنفقة العيال وغيره فليكتسب وليكرر وليذاكر ولا يكسل.
Hanya dengan banyak mutharahah dan mudzakarah di kedainyalah, Abu Hanifah pedagang kain itu menjadi alim fiqh. Melihat kenyataan tersebut, kita bisa tahu bahwa menuntut ilmu dan fiqh itu bisa pula dilakukan bersama-sama dengan bekerja mencari uang. Abu Hafsh Al-Kabir sendiri bekerja sambil mengulang-ulang pelajarannya sendiri. Karena itu, apabila seorang pelajar harus juga mencarikan nafkah keluarga dan segenap tanggungannya, bisalah kiranya di tengah-tengah keasyikan bekerjanya itu sambil mempelajari sendiri pelajarannya dengan semangat dan segiat mungkin.


I.      Pembiayaan Untuk Ilmu
وليس لصحيح العقل والبدن عذر فى ترك التعلم والتفقه، فإنه لا يكون أفقر من أبى يوسف، ولم يمنعه ذلك من التفقه.
Orang yang kebetulan sehat badan dan pikirannya, tiada lagi alasan baginya untuk tidak belajar dan tafaqquh sebab tidak ada lagi yang lebih melarat daripada Abu Yusuf, tapi toh tidak pernah melupakan pelajarannya.
. فمن كان له مال كثير فنعم المال الصالح للرجل الصالح، المنصرف فى طريق العلم. قيل لعالم: بم أدركت العلم؟ قال: بأب غني. لأنه كان ينتفع به أهل العلم والفضل، فإنه سبب زيادة العلم لأنه شكر على نعمة العقل والعلم، وإنه سبب الزيادة. قيل: قال أبو حنيفة رحمه الله: إنما أدركت العلم بالحمد والشكر، فكلما فهمت ووفقت على فقه وحكمة قلت: الحمد لله، فازداد علمى.
Apabila seseorang kebetulan kaya raya, alangkah bagusnya bila harta yang halal itu di miliki orang shaleh. Ada ditanyakan kepada seorang yang alim "dengan apa tuan mendapatkan ilmu?" lalu menjawabnya: "Dengan ayahku yang kaya. Dengan kekayaan itu, beliau berbakti kepada ahli ilmu dan ahli keutamaan". Perbuatan seperti ini, berarti mensyukuri nikmat akal dan ilmu, yang hal itu menyebabkan bertambahnya ilmu. ada dikatakan orang, bahwa Abu Hanifah berucap: "Hanya saja kudapatkan ilmu dengan Bersyukur dan Hamdallah. Tiap-tiap berhasil kufahami fiqh dan hikmah selalu saja kuucapkan Hamdalah. Dengan cara itu, jadi berkembanglah ilmuku."
J.      Bersyukur
وهكذا ينبغى لطالب العلم أن يشتغل بالشكر باللسان والجنان والأركان والحال ويرى الفهم والعلم والتوفيق من الله تعالى ويطلب الهداية من الله تعالى بالدعاء له والتضرع إليه، فإن الله تعالى هاد من استهداه.
Demikianlah, pelajar harus menyatakan syukurnya dengan lisan, hati, badan dan juga hartanya. Mengetahui/menyadari bahwa kefahaman, ilmu dan taufik itu semuanya datang dari hadirat Allah Swt. Memohon hidayahnya dengan berdo'a dan meronta, karena hanya Dialah yang memberikan hidayah kepada siapa saja yang memohon.
فأهل الحق ـ وهم أهل السنة والجماعة ـ طلبوا الحق من الله تعالى، الحق المبين الهادى العاصم، فهداهم الله وعصمهم عن الضلالة. وأهل الضلالة أعجبوا برأيهم وعقلهم وطلبوا الحق من المخلوق العاجز وهو العقل، لأن العقل لا يدرك جميع الأشياء كالبصر، فإنه لا يبصر جميع الأشياء فحجبوا وعجزوا عن معرفته، وضلوا وأضلوا. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: الغافل من عمل بغفلته والعاقل من عمل بعقله. فالعمل بالعقل أولا: أن يعرف عجزنفسه, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من عرف نفسه فقد عرف ربه, فإذا عرف عجز نفسه عرف قدرة الله عزوجل, ولا يعتمد على نفسه وعقله بل يتوكل على الله, ويطلب الحق منه. ومن يتوكل على الله فهو حسبه ويهد يه إلى صراط مستقيم.
            Akhlul Haq yaitu Ahli Sunah Wal Jama'ah selalu mencari kebenaran dari Allah yang maha benar, petunjuk, penerang yang memelihara, Maka Allahpun menganugrahi mereka hidayah dan membimbing dari jalan yang sesat. Lain halnya dengan ahli sesat, dimana ia membanggakan pendapat dan akal sendiri, mereka mencari kebenaran berdasar akal semata, yaitu suatu makhluk yang lemah. Merekapun lemah dan terhalangi dari kebenaran, serta sesat yang menyesatkan, kerena akal itu tak ubahnya seperti pandangan mata yang tidak mampu mencari segala yang ada secara menyeluruh.
            Rasulullah Saw bersabda: "Barangsiapa mengetahui dirinya sendiri, maka dia mengetahui Tuhannya. "Artinya, siapa tahu kelemahan dirinya, maka akan tahulah kebesaran kekuasaan Allah. Karena orang itu jangan berpegang dengan diri dan akal sendiri, tapi haruslah bertawakal kepada Allah, dan kepadaNya pula ia mencari kebenaran. Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka akan dicukupinya dan di bimbing ke jalan yang lurus.
K.    Pengorbanan Harta Demi Ilmu
ومن كان له مال كثير فلا يبخل, وينبغى أن يتعوذ بالله من البخل. قال النبى عليه السلام: أي دواء أدوأ من البخل. وكان أبو الشيخ الإمام الأجل شمس الأئمة الحلوانى, رحمه الله فقيرا يبيع الحلواء, وكان يعطى الفقهاء من الحلواء ويقول: أدعوا لابنى, فببركة جوده واعتقاده وشفقته وتضرعه إلى الله تعالى نال ابنه ما نال
Orang kaya jangan kikir, dan hendaklah mohon perlindungan kepada Allah agar tidak kikir. Nabi saw bersabda: "Manakah penyakit yang lebih keras daripada kikir? Bapaknya Syaikhul Imam Agung Syamsul Aimmah Al-Halwaniy adalah seorang fakir penjual kue halwak. Bapak ini menghadiahkan beberapa biji tersebut kepada fuqaha, dan katanya: "Kumohon tuan mendo'akan putraku." Demikianlah, sehingga atas berkah dermawan, I'tikad baik, suka rela dan merontanya itu, sang putra mendapat kesuksesan cita-citanya.
ويشترى بالمال الكتب ويستكتب فيكون عونا على التعلم والتفقه
Dengan harta yang dimiliki, hendaklah suka membeli kitab dan mengaji menulis jika diperlukan. Demikian itu akan lebih memudahkan belajar dan bertafaqquh.
وقد كان لمحمد بن الحسن مال كثير حتى كان له ثلاثمائة من الوكلاء على ماله وأنفقه كله فى العلم والفقه, ولم يبق له ثوب نفيس فرآه أبو يوسف فى ثوب خلق فأرسل إليه ثيابا نفيسة فلم يقبلها فقال: عجل لكم, وأجل لنا, ولعله إنما لم يقبله وإن كان قبول الهدية سنة, لما رأى فى ذلك مذلة لنفسه. قال رسول الله عليه الصلاة والسلام: ليس للمؤمن أن يذل نفسه
Muhammad Ibnul Hasan adalah seorang yang hartawan besar yang mempunyai 300 orang pegawai yang mengurusi kekayaannya, toh suka membelanjakan sekalian kekayaannya demi ilmu, sehingga pakaiannya sendiripun tiada yang bagus. Dalam pada itu, Abu Yusuf menghaturkan sepotong pakaian yang masih bagus untuknya, namun tidak berkenan menerimanya dan malah ujarnya: Untukmulah harta dunia, dan untukku harta akherat saja. "Yang demikian itu sekalipun menerima hadiah sendiri hukumnya sunnah, barangkali memandangnya dapat mencemarkan dirinya. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda: "Orang yang mencemarkan dirinya sendiri, tidaklah termasuk ke dalam golongan kaum muslimin."
وحكي أن الشيخ فخر الإسلام الأرسابندى رحمه الله جمع قشور البطيخ الملقاة فى مكان خال فأكلها فرأته جارية فاخبرت بذلك مولاها فاتخذ له دعوة فدعاه إليها فلم يقبل لهذا
Suatu hikayat, bahwa fakrul Islam Al-Arsyabandiy makan kulit-kulit semangka yang dibuang orang, dimana ia kumpulkan sendiri dari tempat-tempat yang sepi. Pada suatu ketika ada seorang jariyah yang mengetahuinya, lalu melaporkan hal itu kepada tuannya. Maka setelah disediakan jamuan makan, Fakhrul Islampun dimohon kehadirannya. Namun demi menjaga dirinya agar tidak tercemar, beliau tidak berkenan menghadiri jamuan tersebut.
L.  Loba Dan Tama'
وهكذا ينبغى لطالب العلم أن يكون ذا همة عالية لا يطمع فى أموال الناس. قال النبى صلى الله عليه وسلم: إياك والطمع فإنه فقر حاضر. ولا يبخل بما عنده من المال بل ينفق على نفسه وعلى غيره.
Demikianlah, sehingga para pelajar jangan sampai tama' mengharapkan harta orang lain. Ia hendaknya memiliki Himmah yang luhur. Nabi saw bersabda : "Hindarilah tama' karena dengan tama' berarti kemiskinan telah menjadi". Tapi tuan juga jangan kikir, sukalah membelanjakan hartanya untuk keperluan diri sendiri dan kepentingan orang lain.
M.     Lillahi Ta'ala
وينبغى أن لا يرجو الأمن الله تعالى ولا يخاف إلا منه ويظهر ذلك بمجاوزة حد الشرع وعدمها فمن عصى الله تعالى خوفا من المخلوق فقد خاف غير الله تعالى، فإذا لم يعص الله تعالى لخوف المخلوق وراقب حدود الشرع فلم يخف غير الله تعالى بل خاف الله تعالى وكذا فى جانب الرجاء.
Tumpuan harapan sang pelajar hanyalah kepada Allah, takutpun hanya kepadaNya. Sikap tersebut bisa di ukur dengan melampaui batas-batas agama atau tidak. Barangsiapa takut kepada sesama makhluk lalu ia mendurhakai Allah, maka berarti telah takut kepada selain Allah. Tapi sebaliknya bila ia telah takut kepada makhluk namun telah taat kepada Allah dan berjalan pada batas-batas syareat, maka tidak bisa dianggap telah takut kepada selain Allah. Ia masih dinilai takut kepada Allah. Begitu pula dalam masalah harapan seseorang.
N.    Metode Menghafal
وينبغى لطالب العلم أن يعد ويقدر لنفسه تقديرا فى التكرار فإنه لا يستقر قلبه حتى يبلغ ذلك المبلغ.
Hendaknya (yang lebih efisien dan efektif untuk menghafalkan pelajaran yaitu) : Pelajaran hari kemarin diulang 5 kali, hari lusa 4 kali hari kemarin lusa 3 kali, hari sebelum itu 2 kali dan hari sebelumnya lagi 1kali.
O.    Masa Tenggang
وينبغى أن لا يكون لطالب العلم فترة فإنها آفة، وكان أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين رحمه الله يقول: إنما غلبت شركائى بأنى لا تقع لى الفترة فى التحصيل. وكان يحكى عن الشيخ الأسبيجابى أنه وقع فى زمان تحصيله وتعلمه فترة اثنتى عشرة سنة بانقلاب الملك، فخرج مع شريكه فى المناظرة [إلى حيث يمكنهما الإستمرار فى طلب العلم وظلا يدرسانه معا ولم يتركا الجلوس للمناظرة اثنتى عشرة سنة. فصار شريكه شيخ الإسلام للشافعيين وكان هو شافعيا.
Seyogyanya pelajar tidak panik dan kebingungan, sebab itu semua adalah afat. Guru kita Syaikhul Islam Burhanuddin berkata: "Sesungguhnya saya dapat melebihi teman-temanku adalah karana selama belajar tidak pernah merasa panik, kendor dan kacau". Hikayat menceritakan, bahwa Syaikh Al-Asbijabiy di masa belajarnya mengalami masa jumud selama 12 tahun lantaran pergantian Raja. Iapun pergi keluar negeri bersama seorang sahabatnya guna mengadakan munadharah setiap hari di sana. Demikian munadharah dilakukan selama 12 tahun. Akhirnyapun sahabat tadi menjadi Syaikhul Islam beraliran madzhab Syafi'I ikutan kaum syafi'iyyin.
P.     Tips Belajar
وكان أستاذنا الشيخ القاضى الإمام فخر الإسلام قاضى خان يقول: ينبغى للمتفقه أن يحفظ [كتابا] واحدا من [كتب] الفقه دائما فيتيسر له بعد ذلك حفظ ما سمع من الفقه.
Guru kami Syaikh Qadli Imam Fakhrul Islam Qadlikhan berkata: Bagi pelajar Fiqh, agar selalu hafal di luar kepala sebuah kitab fiqh. Dengan begitu, akan lebih memudahkan dalam mnghafalkan ilmu fiqh yang baru yang di dengarkan.





BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
a)      Kitab Ta’lim Muta’allim sebagai metode pengajaran adalah sesuai dengan metode pembelaharan modern.
b)      Pembelajaran yang dikandungnya meliputi: aspek spiritual dan material; atau meliputi ranah kognitif, psikomotor, dan afektif.
c)      Menekankan moral agama Islam, baik yang berhubungan dengan Sang Khaliq maupun dengan makhluk.
B. Saran
a)      Kitab Ta’lim Muta’allim hendaklah dimodernisasi penulisannya, agar dapat diterima di kalangan umum.
b)      Hadits-hadits yang terdapat di dalamnya perlu dikaji ulang tentang keshahihannya
c)      Hendaklah ada mahasiswa yang mengangkat kitab ta’lim untuk dijadikan disertasi doctor.